Beranda / Ekonomi / Kemenhub Siap Dukung Maskapai Buka Penerbangan ke AS

Kemenhub Siap Dukung Maskapai Buka Penerbangan ke AS

Medan – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan mendukung maskapai penerbangan Indonesia yang berkeinginan untuk membuka penerbangan ke Amerika Serikat, sehubungan dengan diakuinya keselamatan penerbangan Indonesia oleh otoritas penerbangan Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA) pada 15 Agustus 2016.

Kepala Sub Direktorat Operasi Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Captain Tri Nusiogo pada Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan di Medan, Minggu (21/8/2016), mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap maskapai yang berkeinginan terbang ke Negeri Paman Sam tersebut.

“Kami akan mendukung maskapai dengan melakukan pengawasan dan pembinaan agar tetap memenuhi standard peraturan international (ICAO) serta memfasilitasi dan mengklarifikasi FAA jika memerlukan penjelasan saat mengevaluasi maskapai yg mengajukan permohonan terbang ke AS,” katanya.

Tri menjelaskan terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui agar maskapai Indonesia dapat membuka penerbangan dari Indonesia ke AS. Pertama, maskapai harus mengajukan permintaan ke Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Kedua, Ditjen Perhubungan Udara akan menyampaikan keinginan maskapai Indonesia tersebut kepada otoritas penerbangan AS (FAA) agar maskapai Indonesia mendapat persetujuan sesuai sertifikat operator penerbangan (AOC) 129 FAA. Ketiga, maskapai Indonesia harus melengkapi persyaratan terkait AOC 129 dari FAA.

Keempat, FAA akan melakukan penilaian atau “asessment” terkait pemenuhan persyaratan AOC 129 kepada maskapai, termasuk di antaranya meminta masukan dari Ditjen Perhubungan Udara terkait hal tersebut.

“Ditjen Perhubungan Udara akan memberi masukan kepada FAA secara jujur dan sebenar-benarnya terkait maskapai tersebut, sehingga diharapkan FAA akan percaya dan kemudian maskapai tersebut dapat membuka penerbangan dari Indonesia ke AS,” katanya.

Dia menjelaskan jika penerbangan tersebut akan menggunakan negara ketiga sebagai tempat transit, lanjut Tri, pemerintah atau Ditjen Perhubungan Udara juga akan membantu untuk mendapatkan five freedom traffic right negara ketiga tersebut. Hingga saat ini, lanjut dia, baru maskapai Garuda Indonesia yang mempunyai keinginan untuk membuka penerbangan dari Indonesia ke AS.

Ditjen Perhubungan Udara mempersilahkan maskapai Indonesia yang berkeinginan membuka penerbangan ke AS untuk mengajukan permohonannya. Sejak April 2007, FAA menurunkan status Indonesia menjadi Kategori 2 karena ditemukan lack laws or regulations dalam pengawasan yang dilakukan Ditjen Perhubungan Udara terhadap maskapai penerbangan nasional.

Beberapa temuan tersebut di antaranya, kualifikasi personil, training (pelatihan),”record keeping” dan prosedur pengawasan. Usaha yang telah dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Udara untuk menjadi Kategori 1 adalah sebagai berikut, selama proses peningkatan FAA Cat 1, FAA telah melakukan dua kajian teknis (technical review) dan 1 satu IASA Audit terhadap Ditjen Perhubungan Udara, yaitu FAA Technical Review pertama pada tanggal 10-14 September 2012, FAA Technical Review kedua pada tanggal 4-8 Mei 2015, Final FAA IASA Audit pada tanggal 29 Februari-4 Maret 2016 Terlihat perbaikan dari jumah temuan (findings) yang menurun pada tiap evaluasi tersebut di atas, dengan rincian sebagai berikut, kajian teknis FAA pertama 83 temuan, kedua 21 temuan dan Final FAA IASA Audit tujuh temuan.

Final FAA IASA Audit dilaksanakan pada tanggal 29 Februari-4 Maret 2016. Audit tersebut mengacu pada ketentuan International Civil Aviation Organization (ICAO) Annex 1, 6, dan 8 yang meliputi 8 (delapan) Critical Elements (CE) yang terdiri dari 283 pertanyaan (Protocol Questions/PQs) dengan rincian, sebagai berikut annexes atau elemen kritis (CE) CE 1-Primary aviation legislation : 21 PQs, CE 2- Specific operating regulations 70 PQs, CE 3- Civil aviation system and safety oversight functions : 25 PQs, CE 4- Qualification and training of technical personnel 39 PQs.

Selain itu, CE 5- Procedures and technical guidance 16 PQs, CE 6 -Licensing and certification obligations 87 PQs, CE 7 – Surveillance obligations, 17 PQs, CE 8 – Resolution of safety concerns 8 PQs. Kemudian, Tim FAA yang telah melaksanakan IASA Audit terdiri dari empat auditor dan dua pengawas.

sumber: wartaekonomi.co.id

Baca Juga

shafiyyatul.com

Arcandra Kembali Jadi Menteri ESDM hingga Holding BUMN

JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla membuka penyelenggaraan Indonesia Business & Development (IBD) Expo …