Beranda / Arsip Berita / KHAZANAH / Kebiasaan Jahiliah Yang Mengundang Laknat Allah
shafiyyatul.com

Kebiasaan Jahiliah Yang Mengundang Laknat Allah

Sahabat yang dirahmati Allah,

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

“Ada tiga macam orang yang terkena laknat Allah SWT yaitu

  1. seorang yang membenci kedua ibu bapaknya,
  2. seseorang yang berusaha menceraikan sepasang suami isteri, kemudian setelah isteri tersebut dicerai ia menggantikannya sebagai suaminya dan
  3. seseorang yang berusaha agar orang-orang mukmin saling membenci dan saling mendengki antara sesamanya dengan hasutan-hasutannya”. (Hadis Riwayat Ad Dailami dari Umar r.a)

Berdasarkan hadis di atas terdapat tiga macam manusia yang akan mendapat laknat Allah SWT yaitu :

Pertama : Seorang yang membenci kedua ibu bapaknya, jelas ini sangat bertentangan dengan Alqur’an surat Al-Isro ayat 23 ;

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah (uff) dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.

Di dalam Islam orang yang durhaka dan membenci kepada kedua ibu bapaknya termasuk ke dalam kategori dosa besar setelah mensyirikkan Allah, dan akan di masukkan ke dalam neraka.

Orang yang tidak menghormati ibu bapak akan dilaknat oleh Allah SWT.dan hidupnya di dunia ini tidak akan ada keberkahan karena ridlo Allah SWT bergantung kepada ridlo kedua ibu bapak kepada anaknya.

Dalam hadis yang lain Nabi SAW bersabda yang bermaksud : “ Barangsiapa membuat ibu bapanya gembira, maka sesungguhnya ia membuat ridlo Allah. Barangsiapa menyakitkan hati ibu bapaknya, maka sesungguhnya ia membuat kebencian Allah”  (Hadis riyawat Bukhari )

Anak durhaka tidak akan mencium bau surga dan haram baginya untuk memasuki surga Allah SWT.

Kedua : Seseorang yang berusaha menceraikan sepasang suami isteri, kemudian setelah isteri tersebut dicerai ia menggantikannya sebagai suaminya. Termasuk dalam hal ini adalah upaya salah seorang isteri untuk menjauhkan isteri suami yang lainnya, agar dia dapat menguasainya atau mengendalikannya.

Ketiga : Seseorang yang berusaha agar orang-orang mukmin saling membenci dan saling mendengki antara sesamanya dengan hasutan-hasutannya.

Menghasut, mengadu domba, atau memprovokasi, dalam Islam disebut namimah.

Nabi SAW bersabda maksudnya : ”Sesungguhnya, orang-orang yang suka menghasut tidak akan masuk syurga.” (Hadis Riwayat Bukhari-Muslim).

Hakikat namimah ialah menyebarkan rahasia, mengadu domba dan mengumpat. Tidak seharusnya setiap keadaan yang tak disukai disampaikan ke orang lain, kecuali jika ditujukan untuk kemaslahatan kaum muslimin atau menolak kemaksiatan, seperti kesaksian di pengadilan.

Selain ancaman tidak masuk surga, penghasut dikecam sebagai manusia paling buruk perilakunya. Nabi SAW bersabda maksudnya : ”Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang paling buruk perilakunya di antara kalian? Yaitu, orang yang berjalan di atas muka bumi seraya menghasut, yang merosak di antara orang-orang yang tadinya saling mencintai, dan hanya ingin memceritakan aib orang-orang yang tidak bersalah.” (Hadis Riwayat Ahmad).

Menghasut sangat berbahaya jika dibiarkan berlaku di dalam kehidupan sosial.

Pertama, munculnya benih saling mencurigai di antara sesama muslim.

Kedua, jatuhnya nama baik dan martabat seseorang.

Ketiga, terciptanya kekacauan, ketakstabilan, dan ketidakharmonian dalam hubungan sosial.

Rasulullah SAW mengecam orang-orang munafik di Madinah karena perilaku kotornya yang suka menghasut ketika baginda berhijrah. Kebiasaan menghasut sepertinya sudah menjalar dan meluas di negeri kita pada masa kini. Melahirkan banyak bloger-bloger politik yang tidak bermoral dan sanggup menabur  fitnah, saling memaki dan memecahbelahkan perpaduan umat Islam.

Oleh karena itu jauhilah dari segala bentuk perbuatan, percakapan, tulisan dan amalan yang  sifatnya memecah belah umat Islam dengan memutuskan silaturahim, mengadu domba, menghasut, memfitnah, mengumpat dan menimbulkan permusuhan. Perbuatan tersebut di atas bukan saja mendapat dosa besar tetapi akan mendapat laknat Allah SWT dan tidak akan mencium bau surga.

Wallahu ‘alam bishshowab

Baca Juga

ypsa.id

Lukman Al-Hakim: Jagalah Dirimu dari Kemiskinan dan Kefakiran

Dalam Islam, bekerja untuk menghindari kemiskinan dan kefakiran adalah termasuk ibadah. Bahkan jika diniatkan untuk …