Sunday , August 19 2018
Beranda / Featured / dr. Hasfi Hadiri Undangan ASCVTS 2018 di Moscow
ypsa.id

dr. Hasfi Hadiri Undangan ASCVTS 2018 di Moscow

Pengawas Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) dr. Hasfi Fauzan Raz hadiri undangan pertemuan tahunan dari masyarakat ASEAN untuk operasi kardiovaskular dan toraks pada tanggal 24 – 27 Mei 2018 di World Trade Center, Krasnopresnenskaya Naberezhnaya, 12 Moscow, Rusia.

dr. Hasfi bersama tim yang tergabung dengan dokter dari Indonesia, Dudy dan A. Hanafy mendapatkan undangan ini karena abstrak mereka yang berjudul Beberapa prediktor yang menyebabkan terjadinya Fibrilasi Atrial Pasca-operasi setelah transplantasi Arteri Koroner diterima untuk turut serta kompilasi program dan jurnal Asian Society for Cardiovascular and Thoracis Surgery (ASCVTS) 2018.

dr. Hasfi dalam pemaparannya mengatakan bahwa Fibrilasi atrium (Atrial fibrillation) adalah salah satu komplikasi paling umum setelah transplantasi arteri koroner (Coronary Artery Bypass Graft), dengan insidensi berkisar antara 5-40%. Fibrilasi Atrial pasca-operasi (Postoperative Atrial Fibrillation) dapat menyebabkan banyak komplikasi, meningkatkan kematian dan memperburuk kelangsungan hidup. Mekanisme Fibrilasi atrium setelah transplantasi arteri koroner masih kurang dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan korelasi antara beberapa faktor, yaitu faktor demografi dan klinis, faktor intraoperatif dan hasil laboratorium, dengan terjadinya  Fibrilasi Atrial pascaoperasi setelah transplantasi arteri koroner di antara pasien Indonesia.

“Metode ini dengan Penelitian kohort retrospektif dan dilakukan dengan memeriksa catatan medis dari 211 pasien yang menjalani operasi transplantasi arteri koroner di Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita di Indonesia dari bulan Juli hingga bulan Desember 2016. Pasien dengan riwayat aritmia dikeluarkan sebelum operasi dilaksanakan. Ada terdapat 23 variabel berbeda yang dianalisis menggunakan T-test dan metode chi square.  Analisis multivariat yang dilakukan menggunakan model regresi logistik”, Kata dr. Hasfi.

“Hasilnya didapati Fibrilasi Atrial pasca-operasi terjadi pada 20,9% pasien yang menjalani operasi transplantasi arteri koroner. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia, diabetes mellitus, hipertensi, dislipidemia, keterlibatan LMCA (Left Main Coronary artery), peningkatan CK-MB, peningkatan ureum dan kreatinin dan jumlah trombosit yang lebih rendah adalah faktor yang sangat beresiko dari Fibrilasi Atrial pasca-operasi”, tambah dr. Hasfi.

dr. Hasfi dan tim menyimpulkan bahwa peningkatan usia, dislipidemia, keterlibatan Left Main Coronary artery, peningkatan kadar kreatinin dan jumlah trombosit lebih rendah berhubungan dengan terjadinya Fibrilasi Atrial pasca-operasi. Selanjutnya, parameter ini dapat digunakan untuk stratifikasi risiko dalam mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi dalam menjalani operasi transplantasi arteri koroner.

Upacara Pembukaan Pertemuan Tahunan ke-26 Masyarakat Asia untuk Bedah Kardiovaskular dan Thoracis yang diadakan di Bolshoi Theatre Moscow.

Disela-sela acara dr. Hasfi dan teman-teman mengunjungi Red Square Moscow dan melaksanakan sholat di St Peterburg Moscow yang disebut juga masjid Soekarno Moscow.

Baca Juga

ypsa.id

Ribuan Siswa-Siswi YPSA Laksanakan Praktek Manasik Haji 1439H

“Tujuan kita melaksanakan ibadah haji untuk mendapatkan ridho dan keampunan dari Allah SWT. Ibadah Haji …