Sunday , August 19 2018
Beranda / Featured / BNN Sumut Beri Penyuluhan Kepada Siswa SMP dan SMA YPSA
ypsa.id

BNN Sumut Beri Penyuluhan Kepada Siswa SMP dan SMA YPSA

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara berikan penyuluhan tentang penyalahgunaan Narkoba kepada seluruh siswa-siswi baru SMP dan SMA dan pindahan TP. 2018-2019 di ruang serbaguna Masjid Shafiyyatul Amaliyyah, Senin (16/7/18).

Kepala Departemen YPSA Rudi Sumarto, S.Si.M.M., mengatakan, “Melalui penyuluhan ini diharapkan semua siswa untuk memiliki pengetahuan yang benar tentang narkoba dan bahayanya. Dengan harapan semua siswa dapat lebih waspada untuk tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba”, katanya.

Rudi mengatakan, pelajar sebagai generasi muda, juga harus lebih aktif untuk sejak dini mengetahui bahaya narkoba baik melalui penyuluhan maupun dengan membaca-baca referensi tentang bahaya napza.

Khairul Ardi Lubis dari BNN Sumut mengatakan, “Generasi muda khususnya pelajar merupakan sasaran yang empuk bagi peredaran narkoba, karena pelajar ini masih dalam masa transisi dan maunya mencoba hal-hal yang dianggap baru namun seringkali membahayakan”.

Menurut dia, penyelenggaraan kegiatan penyuluhan bahaya narkoba bagi generasi muda khususnya bagi siswa-siswi SMP dan SMA ini merupakan salah satu upaya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

“Perang terhadap narkoba perlu terus dilakukan, ini karena masalah narkoba merupakan ancaman serius bagi seluruh warga masyarakat, karena narkoba sudah merambah keseluruh penjuru wilayah Sumatra Utara, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan, dari perguruan tinggi hingga SD, dari masyarakat biasa hingga kalangan pejabat,” katanya.

Ia mengatakan, masyarakat harus berani mengatakan “tidak”, termasuk tidak coba-coba dengan narkoba. “Banyak faktor yang menjadi penyebab penyalahgunaan narkoba, yang pertama adalah faktor diri yaitu diantaranya adalah rasa keingintahuan yang besar untuk mencoba, untuk bersenang-senang serta untuk bisa diterima dalam satu komunitas,” katanya.

Sedangkan faktor kedua adalah faktor lingkungan, yaitu diantaranya keluarga yang bermasalah, pergaulan yang salah maupun kurangnya aktivitas/menganggur.

Ia mengatakan, penyuluhan bagi kalangan siswa-siswi, karena penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda semakin marak. Padahal, efek narkoba dapat merusak kesehatan manusia baik secara fisik, emosi, maupun perilaku pemakainya.

“Kami harapkan juga agar para siswa tidak merokok karena merokok merupakan pintu awal bagi penyalahgunaan narkoba,” akhirinya.

Usai penyuluhan, seluruh siswa-siswi SMP dan SMA YPSA tes urin di pelataran Masjid Shafiyyatul Amaliyyah.

Disini BNN menggunakan alat tes dengan 5 parameter. Parameter yang diukur adalah AMP: Amphetamines, Coc: Cocaine, MET: Methamphetamines, MOR: Heroin, dan THC: Cannabis atau Ganja.

Menurut salah satu tim BNN sebelum tes urin megatakan bahwa cara tes urine dengan 5 parameter ini yaitu keluarkan alat uji dari sachetnya dan buka penutup pada bagian ujung alat uji. Perhatikan tanda panah dan celupkan ke dalam spesimen urin selama 10-15 detik, dan jangan dicelupkan melewati batas tanda panah.

Kemudian tempatkan alat uji pada permukaan datar yang tidak bersifat menyerap cairan, mulailah menghitung waktu pengujian dan tunggu hingga muncul garis berwarna merah pada daerah membran pengujian. Hasil dibaca pada menit ke 5. Jangan membaca hasil setelah 10 menit.

Pembacaan hasil berupa garis berwarna Merah-Ungu dengan arti pada posisi C dan T berarti NEGATIF. Pada posisi C berarti POSITIF, dan garis C tidak muncul berarti Invalid.

Baca Juga

ypsa.id

Ribuan Siswa-Siswi YPSA Laksanakan Praktek Manasik Haji 1439H

“Tujuan kita melaksanakan ibadah haji untuk mendapatkan ridho dan keampunan dari Allah SWT. Ibadah Haji …