Sunday , August 16 2020
Beranda / EDUSAINTEK / Ditjen GTK Resmi Luncurkan Seri Webinar Guru Belajar ‘Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi’
ypsa.id
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril saat menjadi pembicara dalam Webinar Guru Belajar: “Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi”. Acara yang digelar Senin, (29/6). (Foto:Istimewa)

Ditjen GTK Resmi Luncurkan Seri Webinar Guru Belajar ‘Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi’

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi meluncurkan Seri Webinar Guru Belajar: “Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi”. Acara yang digelar Senin, (29/6) ini dibuka oleh Dirjen GTK Iwan Syahril.

Lebih dari ribuan peserta dari kalangan guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, widyaiswara, orang tua dan para insan pendidikan mengikuti webinar yang berlangsung selama dua jam ini.

Iwan berharap melalui webinar Guru Belajar, diharapkan bisa menghidupkan ruang diskusi dan mewarnai ruang belajar para guru melalui penyesuaian sistem pendidikan dimasa pandemi Covid-19.

“Apalagi kita akan memasukinya tahun ajaran baru, dimana para pemangku pendidikan harus bersiap diri memberikan sistem pembelajaran yang berbeda, namun tetap tidak mengurangi mutu pendidikan yang seharusnya,” ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.

Iwan yang menjadi keynote speaker dalam webinar itu juga menerangkan, pada masa pandemi Covid-19 ini merupakan masa-masa sulit karena berdasarkan data, lebih dari 1,3 Milyar murid harus belajar di rumah karena sekolah terpaksa harus tutup. Untuk itu, Seri Webinar Guru Belajar ini diselenggarakan sebagai respons kemendikbud dalam menghadapi tantangan dan situasi yang ada.

“Tujuan intinya adalah untuk menghimpun semua energi positif dalam merespon tantangan sehingga kita semua secara bersama-sama mau saling memberdayakan,” ujarnya.

Menurutnya, ada tiga kunci yang disampaikan oleh Iwan untuk menghadapi kondisi saat ini, pertama adalah berbagi dengan belajar, artinya tidak mungkin menghadapi masalah sekompleks ini tanpa harus berbagi.

Kedua, lanjut Iwan adalah gotong royong, artinya, semua elemen harus bisa menghadapi ini bersama-sama, sesuai dengan filosofi luhur bangsa Indonesia, untuk bagaimana caranya bersama-sama saling bahu-membahu untuk menyelesaikan masalah bersama ini.

Terakhir, fokus pada murid, maksudnya adalah apapun yang kita lakukan adalah untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi oleh murid,” ujarnya.

Iwan juga menekankan, dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 kita dituntut harus tetap kuat terutama pada literasi, numeresi, dan soft skill (karakter) yang akan membawa bangsa ini untuk terus maju dan berkompetisi secara global.

“Bukan Cuma untuk kita, tapi untuk generasi-generasi muda yang ada di sistem pendidikan kita.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen GTK Profesor Nunuk Suryani menerangkan, animo masyarakat terhadap program ini cukup tinggi, terbukti dengan jumlah pendaftar yang melampaui dari kuota yang ditentukan.

Nunuk juga menyarankan kepada seluruh pemangku pendidikan harus segera bersiap-siap, menyiapkan kondisi sebaik mungkin, sehingga kita siap mendampingi seluruh peserta didik dalam menyambut tahun ajaran baru yang akan datang, bersamaan dengan diluncurkannya surat edaran bersama empat kementerian yang mana berisi pemberian petunjuk, larangan, tata cara menyelenggarakan pembelajaran pada tahun ajaran yang akan datang.

“Karena itu, Ditjen GTK akan bertanggung jawab penuh untuk memfasilitasi, berbagi, bergotong royong memberikan dan menjawab kebutuhan para insan pendidikan akan segala hal kebutuhan menjelang pembelajaran tahun ajaran yang akan datang sesuai standar protokol Covid-19,” jelasnya.

Seri Webinar Guru belajar ini akan diselenggarakan secara berkelanjutan selama satu bulan kedepan dengan menyuguhkan tema-tema dan narasumber dari kalangan guru, akademis, praktisi, unsur pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Sumber: jawapos.com

Baca Juga

ypsa.id

Mendikbud Berikan 3 Opsi Kurikulum Untuk Sekolah Dalam Kondisi Khusus

Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor …