Beranda / Arsip Berita / KHAZANAH / Permulaan Menuju Perubahan

Permulaan Menuju Perubahan

…إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

…”Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”, (Q.S.Ar-Ra’du: 11 ).

Diantara manusia, ada yang cukup dengan satu isyarat untuk mendapatkan petunjuk. Ada yang memerlukan penjelasan dengan lemah lembut, ada yang tidak memperdulikan kecuali dengan teguran dan  kemarahan. Ada pula yang tidak memerlukan itu semua, dan dia termasuk dalam golongan syaitan.

Setiap permulaan itu sifatnya dekat dan sederhana, karena itu banyak orang yang melakukannya ia seperti sebuah pena diatas meja yang penuh dengan lembaran buku kosong, diambil dan digunakan untuk  membuat sebuah coretan. Lalu berakhir dengan bait-bait, puisi yang indah atau menjadi sebuah buku yang dibaca oleh ribuan orang.

Perlu ada proses panjang sebelum sampai ke lembaran terakhir. Berbagai masalah dan rintangan dihadapi untuk menyelesaikannya. Namun yang pasti kita tidak akan bisa menyelesaikan lembaran terakhir jika seandainya kita tidak sedikitpun memulai dilembaran pertama.

Setiap permulaan itu dekat dan sederhana, seperti satu langkah awal yang berkhir dengan ribuan langkah, bahkan jutaan langkah yang membawa kepada sebuah tujuan. Tujuan itu mungkin jauh, namun ia tetap berawal dengan satu permulaan yang sangat dekat dan sederhana.

Jika yang satu langkah itu masih terasa berat, ringankanlah ia dengan setengah langkah. Tidak masalah, yang penting mulailah melangkah. Hanya dengan cara itu kita berpeluang untuk sampai pada akhir dan tujuan yang diharapkan.

Setiap permulaan itu dekat dan mudah untuk dilakukan. Ia semudah memasang niat yang baik pada waktu pagi,  yang membangkitkan semangat sehingga pekerjaan selesai dan berakhir dengan senyuman ikhlas pada malamnya.

Banyak kesuksesan yang berawal dari niat yang sederhana, namun dilakukan dengan sungguh-sungguh. Bahkan niat sangat menentukan apakah pekerjaan itu  membawa kebaikan di dunia  atau sampai ke akhirat.

Permulaan itu sederhana, sesederhana mengawali sesuatu yang baik dengan mengucapkan bismillah. Tidak ada lidah yang tak mampu mengucapkannya, walaupun sederhana tapi ia sangat berharga.

Ia mampu membuka pintu rahmat, menghalang tipu daya syaitan, mencukupkan segala kekurangan serta mengandung keberkahan dari sebuah tindakan.

Mulailah dengan diri sendiri karena itulah yang paling dekat. Setelah itu baru kepada keluarga, tetangga dan masyarakat. Tidak masalah jika terasa sulit, setidaknya kita sudah memulainya untuk diri sendiri.

Itu sebuah permulaan yang baik, jika kita memulainya dengan orang lain bisa jadi kita tidak berhasil. Jika berhasil pun itu milik orang lain sedangkan kita tidak mendapatkan apa-apa.

Lihatlah kedepan, ke arah perubahan yang kita inginkan. Namun jangan lupa untuk mengawalinya dengan langkah pertama. Tidak ada seorangpun yang sampai ketempat yang ia inginkan hanya dengan satu langkah saja.

Banyak langkah yang harus dilewati, terkadang dalam melangkah banyak sekali cobaan dan ujian, bahkan terkadang terjatuh dan tak berdaya. Jangan menyerah, bangun dan hadapilah semua rintangan itu hingga sampai ke tempat yang ingin dituju.

Perjalanan menuju sebuah perubahan yang besar  memang panjang dan melelahkan,namun lupakan untuk sementara  waktu. Mulai saja dengan yang dekat. Hidup kita pun ada tahapannya mulai dari A- Z. ikuti saja tahapan-tahapan itu, jika kita sabar insyaAllah kita akan sampai juga.

Mungkin banyak rintangan yang harus kita lalui dalam perjalanan menuju Z, namun kendatipun demikian semua itu tidak akan bisa kita lakukan jika tidak memulainya dari A.

Sahabatku, mulailah dan jangan pernah menunda walau sesaat, Allah SWT. tidak hanya melihat apa yang ingin kita dapatkan akan tetapi Allah SWT juga ingin melihat usaha apa yang telah kita lakukan.

Mulailah dengan hati yang ikhlas, lakukanlah dengan kesabaran serta akhirilah dengan kesyukuran. Hanya dengan itu yang dapat menghantarkan kita kepada  keberhasilan dunia dan keberasilan akhirat.

Oleh: Ustaz Abdurrohim Hrp S.Th.I., M.Us. (Penulis buku Mencari Hidayah Tuhan)

Baca Juga

Ada Dosa Yang Lebih Besar Daripada Berzina

ypsa.id – Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam …