SD Shafiyyatul Amaliyyah Raih 2 Medali Perunggu di Malaysia Technology Expo 2026

ypsa.id

YPSA.ID – Siswa-siswi SD Shafiyyatul Amaliyyah kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih 2 medali perunggu dalam ajang Malaysia Technology Expo (MTE) 2026 yang diselenggarakan pada 9–11 April di World Trade Centre Kuala Lumpur, Malaysia.

Keberhasilan ini diraih oleh 13 siswa yang tergabung dalam dua tim setelah melalui proses seleksi dan pembinaan.

Kepala SD Shafiyyatul Amaliyyah, Eko Akbar Sukmana, menyampaikan rasa bangga saat menyambut kepulangan para siswa di Bandara Internasional Kualanamu, Senin (13/4/2026). Ia menilai capaian ini menjadi bukti bahwa siswa mampu bersaing di ajang inovasi bergengsi tingkat internasional.

“Alhamdulillah, ini merupakan kesempatan luar biasa bagi siswa untuk mengembangkan potensi di bidang inovasi dan teknologi. Kami berharap mereka terus membawa nama baik sekolah dan Indonesia di kancah internasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 13 siswa yang dibagi dalam dua tim berhasil mempersembahkan dua medali internasional. Malaysia Technology Expo sendiri merupakan ajang inovasi bergengsi di kawasan Asia yang mempertemukan pelajar, peneliti, startup, hingga pelaku industri dari berbagai negara serta menjadi wadah memamerkan inovasi berbasis riset, teknologi, dan kewirausahaan.

Tim 1 dengan nama Grelocha yang beranggotakan Dhannis Lutfiah Mumtaz, Shazfa Arisya Syua Ginting, Rania Latisha Shaliha, Sri Ngenana Tarigan, Baim Satria Purba, dan Athiyah Azzahra Pasaribu mengusung penelitian berjudul Greenie Flora Chalk (Grelocha). Inovasi ini berupa kapur ramah lingkungan berbahan alami seperti kulit buah naga, daun pepaya, kunyit, kayu manis, dan bawang yang digunakan sebagai pengusir hama pada tanaman.

Berdasarkan uji coba, kapur ini terbukti mampu mencegah hama mendekati daun yang telah diaplikasikan sehingga mengantarkan tim ini meraih medali perunggu.

Sementara itu, Tim 2 dengan nama CALM-P (Candle-based Aromatherapy with Local Materials–Pangir) yang beranggotakan Gladysa Humaira Lubis, Anindya Rezki, Tazkiyah Ayang Kirana Purba, Cut Rania Alesha Azzahra, Aprilia Humaira Aditya, Aisyah Ayunindya Adreiny, dan Raditya Naufal Dary Alfaiz mengangkat penelitian berjudul CALM-P: Candle-based Aromatherapy with Local Materials–Pangir. Produk yang dikembangkan berupa lilin aromaterapi berbahan lokal “pangir” yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sains bagi siswa sekolah dasar.

Inovasi ini tidak hanya menghasilkan produk ramah lingkungan, tetapi juga membantu meningkatkan pemahaman sains serta mengenalkan budaya lokal kepada siswa. Tim ini juga berhasil meraih medali perunggu.

Kepala Departemen Pendidikan dan IT YPSA, Bagoes Maulana, M.Kom., mengatakan bahwa YPSA sebagai salah satu sekolah Islam internasional di Medan terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas yang mendorong kreativitas dan inovasi siswa di tingkat global.
“Prestasi ini menjadi bukti nyata dedikasi pelajar dalam menghadirkan solusi inovatif berbasis sains di tingkat internasional. Ini juga merupakan bagian dari upaya kami menjadikan SD YPSA sebagai sekolah terbaik di Kota Medan dan Sumatera Utara,” tegasnya.

Bagikan ke Media Sosial

Artikel Lainnya

Scroll to Top