11 Pemain Muslim Top di Euro 2016

shafiyyatul.com

Ajang Euro 2016 adalah turnamen di mana tim-tim peserta beranggotakan pemain multikultur, multiras, dan multireligi. Ada cukup banyak pemain muslim juga yang berlaga di sana mulai dari Albania sampai Belgia.

Siapa saja pemain yang cukup terkenal dan adalah seorang muslim?

1. Arda Turan (Turki)

Cukup banyak pemain Turki yang dibawa ke Prancis yang merupakan seorang muslim. Ada delapan tepatnya. Mereka adalah Harun Tekin (Bursaspor), Ahmet Calik (Genclerbirligi), Ismail Koybasi (Besiktas), Hakan Calhanoglu (Bayern Leverkusen), Nuri Sahin (Borussia Dortmund), Arda Turan (Barcelona), Oguzhan Ozyakup (Besiktas), dan Yunus Malli (Mainz).

2. Taulant Xhaka (Albania)

Ada setidaknya lima pemain muslim di Timnas Albania. Satu yang paling populer tentu Taulant Xhaka. Selain karena ia adalah saudara kandung Granit Xhaka, pemain kelahiran Swiss keturunan muslim Kosovo ini adalah pemain andalan Basel. Ia memilih untuk membela negara tempat kelahiran kedua orang tuanya.

3. Granit Xhaka (Swiss)

Granit juga lahir di Basel, Swiss seperti saudara lelakinya. Ia adalah adik dari Taulant Xhaka. Gelandang berumur 23 tahun ini telah resmi bergabung dengan Arsenal. Di sana Granit akan bergabung dengan pemain muslim yang lebih dulu berada di Emirates Stadium, yaitu Mesut Ozil.

Ada enam pemain muslim di Timnas Swiss yaitu Valon Behrami (Watford), Granit Xhaka (Arsenal), Xherdan Shaqiri (Stoke City), Haris Seferovic (Eintracht Frankfurt), Admir Mehmedi (Bayer Leverkusen), dan Shani Tarashaj (Grasshoppers).

4. Mesut Ozil (Jerman)

Pemain andalan Jerman keturunan Turki ini telah menjadi salah satu pesepak bola musim paling sukses sepanjang masa. Selain trofi bersama beberapa klub, Ozil juga ikut menjadi tim juara Piala Dunia 2014. Pada usia 24 tahun, Ozil menjadi olahragawan termuda di Jerman yang dibuatkan diorama di Museum Berlin.

5. Shkodran Mustafi (Jerman)

Mustafi baru saja mencetak gol untuk Jerman ketika bertemu Ukraina di babak penyisihan grup Euro 2016. Mustafi punya leluhur dari Macedonia dan orang tuanya kemudian bermigrasi ke Albania, sebelum pindah lagi ke Jerman. Ia lahir di Jerman dan karena itu secara otomatis merasa lebih dekat dengan timnas negara tempat lahirnya.

6. Sami Khedira (Jerman)

Ibu Sami Khedira asli Jerman, sementara ayahnya berasal dari Tunisia. Karena itulah, nama khas Tunisia masih menjadi bagian dari dirinya. Mantan gelandang Real Madrid ini sekarang bersama Juventus.Sami punya adik bernama Rani dan adiknya itu sekarang bermain RB Leipzig. Rani pernah bermain untuk Jerman U19.

7. Emre Can (Jerman)

Emre Can adalah pemain Jerman keturunan Turki. Orang tuanya bermigrasi sebelum Emre lahir. Pemain Liverpool ini lahir di Frankfurt. Emre telah menjadi langganan sejak dipanggil untuk Jerman U15. Sejak itu di tiap level Emre Can selalu menjadi langganan timnas. Ia sempat diberi pilihan akan membela Turki atau Jerman. Ia memilih negara tempat kelahirannya.

8. Marouane Fellaini (Belgia)

Ada dua pemain muslim yang tercatat berada di Timnas Belgia. Selain Fellaini ada Mousa Dembele (Tottenham Hotspur). Marouane adalah anak dari mantan pemain Raja Casablanca (Maroko).

Ia punya saudara kembar identik bernama Mansour. Ayah Fellaini tak bisa bermain di Belgia karena mantan klubnya di Maroko menolak memberi surat pelepasan. Ia kemudian memilih menjadi supir bus di Belgia.

9. Paul Pogba (Prancis)

Ada lima pemain muslim dalam tim Prancis. Mereka adalah Bacary Sagna (Manchester City), Adil Rami (Sevilla), Paul Pogba (Juventus), N’Golo Kante (Leicester City), dan Moussa Sissoko (Newcastle).

Pogba adalah pemain keturunan Guinea dan memiliki adik kembar bernama Florentin (Saint-Etienne) dan Mathias (Partick Thistle). Yang disebut terakhir memilih untuk membela Timnas Guinea.

10. N’Golo Kante (Prancis)

Gelandang andalan Leicester City ini langsung dipanggil oleh Didier Deschamps setelah terlihat sebagai pemain berbakat dan juara Premier League.

Setelah mencetak gol di Timnas Prancis, koran La Voix du Nord membandingkan Kante dengan Claude Makelele. Ia juga dianjurkan bermain di posisi seperti Makelele, namun Kante menilai dirinya lebih mirip Lassana Diarra.

11. Stephan El Shaarawy (Italia)

Ayah El Shaarawy berasal dari Mesir, sementara ibunya berdarah campuran Swiss-Italia. Pemain muda Italia ini telah menjadi langganan timnas sejak dipanggil pertama kali di tim U16.

Ia mengawali karier bersama Genoa dan sempat dipinjamkan ke Padova. El Shaarawy kemudian dibeli oleh AC Milan lalu dipinjamkan lagi ke AS Monaco dan AS Roma.

Sumber  : www.ftb90.com

 

Bagikan ke Media Sosial

Artikel Lainnya

Scroll to Top