Saturday , October 31 2020
Beranda / EDUSAINTEK / Kemdikbud Rilis Daftar Aplikasi, Video Conference dan Website yang Bisa Diakses Program Kuota Belajar
ypsa.id

Kemdikbud Rilis Daftar Aplikasi, Video Conference dan Website yang Bisa Diakses Program Kuota Belajar

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah menyalurkan bantuan kuota internet untuk guru dan pelajar di Indonesia untuk bulan ini.

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim saat peluncuran kebijakan tersebut pada Jumat (25/9) mengingatkan bahwa bantuan internet itu bukan untuk bermain game dan menonton video konten, melainkan untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi virus corona, yakni menunjang aktivitas mengajar guru dan belajar siswa tingkat PAUD hingga mahasiswa.

Besaran kuota internet berbeda untuk setiap jenjang pendidikan, yaitu 20GB per bulan untuk tingkat PAUD, 35GB untuk pelajar SD-SMA dan 42GB untuk pengajar PAUD-SMA. Sementara untuk mahasiswa dan dosen, kuota internet yang diberikan sebesar 50GB.

Masing-masing kuota yang diberikan terdiri dari dua jenis, yaitu kuota umum dan kuota belajar. Untuk tingkat mahasiswa, kuota umum yang diberikan sebesar 5GB sementara kuota belajar 45GB.

ANTARA mencoba menggunakan bantuan kuota internet untuk mahasiswa dengan nomor dari operator seluler Telkomsel. Kuota yang masuk terdiri dari 5GB kuota umum dan 45GB kuota multimedia. Pada informasi kuota tidak disebutkan jenis-jenis situs dan aplikasi yang dapat diakses.

Sedangkan pada kuota multimedia atau kuota belajar, akan terpakai ketika pengguna membuka aplikasi maupun situs yang sudah ditentukan pemerintah.

Merujuk laman resmi Kemendikbud untuk bantuan kuota internet untuk pelajar, aplikasi yang menggunakan kuota belajar antara lain BahasoGoogle ClassroomEdmodoRuangguruZenius dan pesan instan WhatsApp. Selain itu, kuota belajar juga bisa digunakan untuk membuka aplikasi konferensi video yaitu Zoom, Google Meet, Microsoft Teams, U Meet Me dan Cisco Webex.

Beberapa situs yang dapat diakses menggunakan kuota belajar gratis adalah laman resmi Kemendikbud kampus dan situs belajar Kelas Pintar. Situs yang tidak termasuk dalam kuota belajar, tetap bisa dibuka menggunakan kuota umum, sebesar 5GB.

Kuota tersebut bisa digunakan untuk membuka berbagai aplikasi, termasuk diantaranya YouTube, media sosial seperti Instagram dan TikTok, serta platform belanja online seperti Tokopedia dan Zalora.

Penyaluran bantuan kuota internet dilakukan dalam dua tahap setiap bulan, untuk bulan ini, berlangsung pada 22–24 September dan 28–30 September 2020. Kuota tersebut berlaku selama 30 hari sejak diterima.

Berikut nama-nama aplikasi hingga website yang dapat diakses dengan kuota belajar Kemdikbud:

Aplikasi :
1. Aplikasi dan website Aminin
2. Aplikasi dan website Ayoblajar
3. Aplikasi dan website Bahaso
4. Aplikasi dan website Birru
5. Aplikasi dan website Cakap
6. Aplikasi dan website Duolingo
7. Aplikasi dan website Edmodo
8. Aplikasi dan website Eduka system
9. Aplikasi dan website Ganeca digital
10. Aplikasi dan website Google Classroom
11. Aplikasi dan website Kipin School 4.0
12. Aplikasi dan website Microsoft Education
13. Aplikasi dan website Quipper
14. Aplikasi dan website Ruang Guru
15. Aplikasi dan website Rumah Belajar
16. Aplikasi dan website Sekolah.Mu
17. Aplikasi dan website Udemy
18. Aplikasi dan website Zenius
19. Aplikasi Whatsapp

Video Conference :
1. Cisco Webex
2. Google Meet
3. Microsoft Teams
4. U Meet Me
5. Zoom

Website :
1. aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital
2. bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id
3. bse.kemdikbud.go.id
4. buku.kemdikbud.go.id
5. cambridgeenglish.org
6. elearning.gurudaringmilenial.id
7. guruberbagi.kemdikbud.go.id
8. icando.co.id
9. indihomestudy.com
10. infomedia.co.id
11. kelaspintar.id
12. lms.seamolec.org
13. mejakita.com
14. melajah.id
15. pijarmahir.id
16. pijarsekolah.id
17. rumahbelajar.id
18. setara.kemdikbud.go.id
19. suaraedukasi.kemdikbud.go.id
20. tve.kemdikbud.go.id
21. www.indonesiax.co.id
22. www.wekiddo.com

Sumber: jawapos.com, pikiran-rakyat.com

Baca Juga

ypsa.id

Maret 2021 UN Diganti AN, DPR-RI Kritik Persiapannya Belum Jelas

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghapus Ujian Nasional (UN) dan menggantinya dengan Asesmen Nasional (AN). …