Wednesday , June 26 2019
Beranda / Featured / Akibat Daun Kelor dan Kulit Durian, Peneliti SMP dan SMA YPSA Ikuti Penelitian Tingkat Dunia
ypsa.id

Akibat Daun Kelor dan Kulit Durian, Peneliti SMP dan SMA YPSA Ikuti Penelitian Tingkat Dunia

Tim peneliti SMP dan SMA YPSA kembali perlombakan hasil penelitiannya dan bersaing dengan negara lain dalam ajang World Young Inventors Exhibition & International Invention Convention Technology Exhibition pada tanggal 2-4 Mei 2019 di Kuala Lumpur Convention Centre Malaysia.

Menurut Wakil Ketua Harian YPSA Zulfadhli Raz, M.Kom., saat melepas keberangkatan pada hari Senin (29/4), siswa-siswi SMP YPSA memproduksi Hakudu yaitu Hand Sanitizer dari Kulit Durian sedangkan siswa SMA YPSA memproduksi Emo Cookies yaitu makanan ringan yang sehat dan bernutrisi tinggi yang berbahan kombinasi cangkang telur dan daun Kelor.

“Semoga siswa-siswi SMP dan SMA dapat mempresentasikannya dengan baik dan dapat meraih medali emas di ajang ini. Pengalaman kalian sebelumnya merupakan pembelajaran untuk terus ditingkatkan”.

Kepala SMA YPSA Bagoes Maulana, M.Kom., mengatakan bahwa penelitian siswa SMA ini telah dilakukan beberapa bulan lalu oleh Alzena Yasmine Arinta Ginting, Firyal Alya Rasyita Lubis, Ghiffari Maulana, Marsya Fitria Hanifah, Nabila Nurchalid, Nyangono Belinga Isabelle, dan Safiq Al Zaqi Sahrial.

Bagoes Maulana mengungkapkan alasan siswa SMA YPSA memilih daun Kelor sebagai bahan penelitian. “Memilih tanaman kelor karena tumbuhan yang memiliki banyak manfaat dan dapat dengan mudah tumbuh. Tanaman kelor mengandung zat kimia, seperti moringa oil, essential oil, emulsin, alkaloida, protein, potassium, serta vitamin A, B1, B2, dan C. Bahkan kandungan betakarotine nya 4 kali lipat lebih besar dari wortel juga terdapat bahan minyak omega 3 dan kloropil. Dengan kandungan seperti itu daun kelor memiliki manfaat yang dapat melengkapi nutrisi dalam tubuh seperti menyehatkan mata, menjaga kesehatan sistem pencernaan, menjaga sistem kekebalan tubuh dan penambah tenaga”, kata Bagoes.

“Berdasarkan hasil uji tersebut, emo cookies layak untuk dipasarkan dan sudah berstandar nasional Indonesia. Dalam pemasaran produk emo cookies, siswa-siswi SMA YPSA telah menjual produk di kantin sekolah dan berbagai pameran dengan harga Rp. 10.000,- Atau RM4”, tambah Bagoes Maulana.

Sedangkan Kepala SMP YPSA Irsal Efendi mengungkapkan, “Siswa SMP YPSA yang terdiri dari Muhammad Hafizh Athallah Rinaldi, Zachari Fitrah Illah, Alya Zahra Harahap, Rizky Rahmadani Lubis, dan Muhammad Raihan, bekerja keras memproduksi Hand Sanitizer dari Kulit Durian. Ini dilatar belakangi beberapa handsanitizer yang beredar dipasaran banyak yang mengandung alkohol dan tidak ramah lingkungan.
Sumatra utara merupakan provinsi pengahasil buah durian terbesar di Indonesia, tepatnya di Binjai – Sumatera Utara.

Setiap tahunnya hasil panen durian yang meningkat juga meningkatkan jumlah sampah kulit durian.
Kulit durian di Indonesia dibuang begitu saja sebagai limbah, padahal dalam kulit durian mengandung senyawa-senyawa kimia yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Ekstrak kulit durian mengandung senyawa seperti tannin, alkaloid, triterpenoid dan flavonoid yang berfungsi untuk menghambat dan menghilangkan bakteri. Berdasarkan inilah timbul ide untuk memanfaatkan ekstrak kulit durian sebagai handsanitizer.

Baca Juga

ypsa.id

SMA YPSA Kembali Ukir Prestasi Di Tingkat Dunia, Medali Perak Sukses Diraih

Tim inovasi siswa SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) kembali menorehkan prestasi tingkat internasional dengan …