Friday , February 28 2020
Beranda / Featured / SMA YPSA Konsisten Kirimkan Siswinya Menimba Ilmu Ke Inggris
ypsa.id

SMA YPSA Konsisten Kirimkan Siswinya Menimba Ilmu Ke Inggris

Wakil Ketua Harian YPSA Zulfadhli A Raz, M.Kom., melepas siswa-siswi SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) mengikuti program persiapan menuju universitas di Inggris yang berkoordinasi dengan City College Plymouth (CCP) yang diadakan oleh PDVL Overseas Advisory selama 6 bulan di Inggris, Kamis (16/1/2020).

Bagoes Maulana, selaku Kepala SMA YPSA menjelaskan, program yang ditawarkan oleh PDVL Overseas Advisory adalah menawarkan program persiapan menuju universitas di Inggris yang berkoordinasi dengan CCP (City College Plymouth).

“Program yang dilaksanakan meliputi persiapan pembelajaran berdasarkan target kurikulum yang ada di Inggris, persiapan ujian IELTS, dengan sistem evaluasi/ penilaian yang tersystem selama 6 bulan (Januari – Juni 2019), dengan hasil akhir ujian IELTS dan rekomendasi ke universitas pilihan berdasarkan hasil tes yang diikuti,” ujarnya.

Siswa-siswi YPSA yang lulus seleksi untuk program ini ada 2 orang yaitu Firyal Alya Rasyita Lubis (XI US B) dan Aisyah Anindya Pasha Ketaren (XI US B) dengan pilihan program Sains, mereka melalui beberapa tahap tes. Pertama, tes tertulis perihal kompetensi sains dan bahasa Inggris.

“Kedua, tes Conversation melalui metode debate secara kelompok dengan isu topik yang diberikan. Ketiga, tes interview dari Tim PDVL. Dan keempat, tes interview dari Tim CCP,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, siswa-siswi tersebut akan mempelajari International Foundation Program, di mana siswa akan diberikan sebuah kualifikasi internasional agar dapat melanjutkan kuliah di luar negeri tanpa harus mengikuti foundation year selama 1 tahun (pre-univeristy).

Bagoes juga menambahkan, para siswa akan berangkat pada tanggal 16 Januari 2020 dengan maskapai MAS ( Malaysia Airlines) rute Medan-KL , KL-London. Total untuk peserta sebanyak 78 orang yang berasal dari Indonesia, Thailand, Guangzhou, Taiwan, dari Malaysia. Sedang peserta dari Indonesia sendiri yang ikut sebanyak 30 orang yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Di sana para siswa akan tinggal bersama keluarga asuh dengan sistem homestay. Walaupun siswa mengikuti program ini selama 6 bulan tapi mereka tidak akan khawatir atas pelajarannya di Indonesia”, tambahnya.

“Jadi untuk pembelajaran mereka, saling dikoordinasikan, mana mata pelajaran yang dipelajari di sana akan langsung dikonversi untuk raport di YPSA. Untuk mata pelajaran yang tidak dipelajari di sana seperti Geografi, Bahasa Arab, Bahasa Jepang, Ekonomi, Sejarah, PAI dan PKn akan dilakukan secara online melalui aplikasi e-learning yang sudah kami siapkan. Siswi-siswi ini nantinya juga akan melaporkan kegiatan setiap 2 bulan sekali berbentuk tulisan atau video,” ungkap Bagoes.

Zulfadli dalam sambutannya saat pelepasan mengatakan agar siswa-siswi dapat menjaga kehormatan dan nama baik orangtua dan sekolah. Sholat jangan pernah tinggalkan dan selalu mengikuti aturan di negara tersebut.

“Jaga nama baik keluarga dan sekolah. Sholat jangan tinggalkan dan timbalah ilmu sebanyak-banyaknya disana. Taati peraturan dan tata tertib kehidupan di negara orang lain. Pulang dari Inggris saya harap bahasa Inggris kalian sudah 100 persen baik. Dan tidak usah takut dengan identitas muslim kalian disana. Karena Inggris sendiri sangat menghormati agama lain,” ungkapnya.

Diharapkan setelah mereka selesai mengikuti program pertukaran pelajar tersebut, siswa sudah mengantongi sebuah kualifikasi untuk digunakan dalam mendaftarkan ke universitas favorit di seluruh dunia.

Baca Juga

ypsa.id

Desa Sukasari Simalungun Jadi Tujuan Homestay XV SMA YPSA

Sekretaris Umum YPSA Hj. Rizki Fadilah Raz yang didampingi Pembina YPSA Buya Sofyan Raz dan …